on Rabu, 14 Oktober 2009

Ratik

Metode ini saya namakan sebagai metode Ratik.Ratik adalah kata yang diambil dari Bahasa Banjar yang dalam Bahasa Indonesia berarti sampah.Nama ratik diambil karena apa yang menjadi masalah disini berkaitan secara langsung dengan masalah persampahan.

Dan jika kita berbicara masalah sampah,maka saya akan mengajukan tiga kata penting yakni “tidak ada habisnya”.Tiga kata ini memiliki artikulasi ganda yang masing-masingnya adalah :

1 . Timbulan sampah yang akan kita temui tidak akan ada habisnya selama manusia melakukan aktifitasnya.

2 . Permasalahan yang timbul dari sampah juga tidak aka nada habisnya selama timbulan sampah terjadi dan tidak ditangani secara tepat dan cepat.

Seperti abstrak yang digambarkan dari dua poin diatas,sampah menjadi masalah yang harus segera ditangani dan tidak mungkin dihilangkan.Untuk itu perlu dilakukan pemanajemenan atau yang sering juga disebut pengelolaan persampahan.Seperti yang diketahui,berbagai hal telah dilakukan terkait pengelolaan masalah persampahan ini,akan tetapi masih saja terdapat masalah-masalah lain terkait persampahan dari berbagai aspek.Misalnya aspek sosial,ekonomi maupun aspek politik.
Dalam metode ratik,kita tidak akan membahas masalah yang terjadi secara teknis.Akan tetapi pembahasan nantinya akan ada seputar masalah SDM atau manusia itu sendiri sebagai pengelola atau pelaku utama dari pengelolaan masalah persampahan.

Metode Ratik

Manusia merupakan individual yang apabila berkumpul dalam suatu wadah akan membentuk populasi dan kita sering menyebutnya dengan kata masyarakat.Individual dari masyarakat melakukan berbagai aktivitas berdasarkan kemampuan dan profesi mereka masing-masing demi mencapai apa yang menjadi keinginan mereka.Dan disini saya akan mengkategorikan manusia atau individual itu berdasarkan keinginan yang paling sering dimiliki oleh masing-masing individual.Dan perlu dicatat juga bahwa keinginan yang dimaksud adalah keinginan yang bersifat fisik dan terjadi atau dimiliki ketika ia berfikir tentang masa depan.Pengkategorian itu adalah :

1 . Manusia atau individual yang mempunyai keinginan untuk memiliki materi hidup.

2 . Manusia atau individual yang mempunyai keinginan untuk memiliki status sosial yang baik.

3 . Manusia atau individual yang mempunyai keinginan untuk memiliki kehidupan berkeluarga yang baik.


Alasan pentingnya melakukan pengkategorian ini adalah seperti yang sudah disebutkan bahwa karena pada dasarnya dan pada kenyataannya manusialah yang melakukan proses manajemen terhadap masalah persampahan.Dan dengan mempelajari atau mengkategorikan manusia atau masyarakat berdasarkan keinginan maka kita nantinya bisa menerapkan apa yang sebenarnya menjadi tujuan dari masyarakat itu dan menghubungkannya kepada pengelolaan persampahan yang dilakukan sebagai profesi dan keinginan tadi sebagai pendorong.Logikanya adalah jika kita tahu apa yang kita inginkan maka kita juga harus tahu dan akan melakukan apa yang mestinya kita lakukan untuk mencapai keinginan tersebut.Know what you want and know what you have to do .


1 . Manusia atau Individual yang Mempunyai Keinginan Untuk Memiliki Materi Hidup.

Materi hidup seperti makanan,pakaian,rumah,kendaraan,dan sarana komunikasi merupakan materi hidup yang harus dipenuhi apabila telah menjadi kebutuhan hidup.Dan ini memang sudah menjadi demikian dan kebutuhan hidup itu akan terus berkembang/bertambah atau berkurang seiring factor-faktor yang mempengaruhinya.

Pada dasarnya,dengan sedikit agak “kasar”,saya bisa mengatakan bahwa yang menjadi ujung (pada ujung-ujungnya) dari pemenuhan materi hidup ini adalah uang.Dan bagaimana tidak bisa dikatakan demikian jika pada kenyataannya untuk mendapatkan makanan,pakaian,rumah,sarana komunikasi,dan lain-lainnya itu kita memerlukan uang?Manusia bahkan ada yang tidak akan merasa puas pada batas cukup saja.Mereka akan terus melakukan aktivitas meski sebenarnya apa yang telah mereka dapat sudah pada taraf memenuhi kebutuhan hidup.

Menggunakan konsep dasar itulah muncul gagasan dari pertanyaan “bagaimana jika pemanajemenan masalah persampahan dijadikan salah satu aktivitas yang menjajikan bagi individual maupun masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan materi hidup mereka yang kebanyakan tanpa batas tadi?”Karena bagaimanapun juga akan diakui bahwa ketika mereka mengetahui bahwa jika mereka terlibat melakukan pengelolaan persampahan mereka akan bisa memenuhi kebutuhan materi,maka mereka akan ikut terlibat dengan serius dan aktivitas yang beragam.

Kita perlu melakukan sosialisai dengan kuantitas dan kualitas yang baik untuk itu.Kita juga bisa menjadikan beragam fenomena-fenomena yang telah menjadi kenyataan tentang bagaimana aktivitas pengelolaan sampah yang baik bisa menjadi pemenuhan kebutuhan materi yang menjanjikan dari Negara lain seperti New Zealand yang masyarkatnya mempunyai penghasilan terbesar dari hasil pengelolaan dan pengolahan sampah.Dan hal ini tidak hanya menjadi isapan jepol belaka ketika kita menyadari bahwa jumlah sampah di Indonesia bahkan di dunia terus meningkat dan tidak bisa dihilangkan serta membutuhkan pengelolaan yang baik.Pada saat itu masyarakat baik secara individual maupun berkelompok akan melihatnya sebagai lapangan pekerjaan dengan prospek yang bagus,bahkan lebih menjajikan daripada bekerja dipabrik sepatu yang secara harfiah dikenakan oleh hampir setiap pasang kaki manusia di dunia.Mereka akan memikirkan bagaimana pengelolaan sampah yang akan disukai dan dianggap paling ideal oleh masyarakat lain dan hal ini tentu saja memunculkan terobosan-terobosan baru dalam dunia manajamen persampahan.Mereka juga akan menyadari bahwa bagaimanapun bagusnya metode pengelolaan jika tidak dilakukan secara profesioanal maka semuanya sama dengan nol.Dan terciptalah terobosan-terobosan pengelolaan sampah yang akan dikelola secara professional.

Dan dampak positif lainnya dari teori materi hidup ini akan ditemui pada dunia pendidikan.Jika kita melakukan sedikit survey kepada para orang tua yang memiliki seorang anak yang baru saja lulus SMA,maka kebanyakan dari mereka berpikiran untuk mengarahkan anaknya agar menempuh pendidikan lanjutan yang mempunyai prospek pekerjaan menjanjikan yang sudah banyak dikenal seperti menjadi seorang dokter maupun pegawai negeri.Anda bisa membayangkan bagaimana ekspresi para orang tua ketika megetahui bahwa jalur pendidikan yang ditempuh anak mereka akan menjadikan anak itu bekerja sebagai pengelola sampah baik secara mandiri maupun dalam suatu instansi.Dan bandingkan jika mereka tahu bahwa jalur pendidikan itu akan menjadikan anak mereka sebagai pegawai negeri.Fenomena ini akan banyak dijumpai pada masyarakat yang berada di pedesaan maupun pada individu yang masih berpola pikir zaman dulu.Dan fenomena ini juga akan berubah apabila kita bisa menjadikan aktivitas pengelolaan serta pengolahan sampah itu menjadi suatu aktivitas dengan prospek ekonomi yang jelas dan menjanjikan.Maka tidak akan ada lagi orang tua yang merasa keberatan anak-anaknya menempuh pendidikan yang akan mejadikannya si Pengelola sampah.Kemudian akan terbentuk banyak sekali individual yang sadar akan pentingnya menyelamatkan lingkungan dari masalah persampahan,lebih menghargai mereka yang dinamakan pemulung,dan tidak membuang sampah sembarangan.Sehingga secara tidak langsung ini juga akan menyelamatkan masa depan para generasi sesudahnya.

Tetapi tidak bisa dipungkiri jika uang menjadi tujuan,maka segala cara akan dilakukan demi mendapatkan uang akan terjadi.Oleh karena itulah kita masih memerlukan peranan moral yang baik serta hukum yang kuat dan jelas sebagai faktor pendukungnya.Bagaimanapun ini kembali lagi pada kualitas individu yang berkesadaran yang juga dibentuk salah satunya oleh pendidikan.

2 . Manusia atau Individual yang Mempunyai Keinginan Untuk Memiliki Status Sosial yang Baik.

Manusia,seperti yang sudah kita pelajari sejak dulu,adalah makhluk sosial yang sebagian besar kehidupannya dihabiskan dengan berinteraksi.Bahkan manusia dikatakan tidak bisa hidup tanpa beriteraksi.Dalam proses berhubungan (interaksi) tersebut akan terbentuk sebuah status sosial seseorang/individual dihadapan seseorang/individual lainnya yang sifatnya sangat objektif.

Setiap individu pastinya menginginkan status sosial mereka adalah status sosial yang baik dihadapan individu maupun kelompok (masyarakat) yang lainnya.Meskipun,sekali lagi, penilaian baik dan buruk itu sangat objektif.Oleh karena itu banyak individu yang melakukan berbagai hal untuk membuat status sosial mereka menjadi lebih baik.Bahkan ada yang tiba-tiba menjadi pembohong profesional yang akan melakukan kebohongan publik dan membohongi diri sendiri asalkan ia menjadi individu yang terpandang.Meskipun sebenarnya ia tahu bahwa dirinya adalah individu busuk yang jangankan menjadi terpandang,dipandangpun tidak pantas!

Lantas apa yang menjadikan status sosial ini berhubungan dengan masalah persampahan?Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kebutuhan materi,yang dimanfaatkan adalah bagaimana menjadikan aktivitas pengelolaan dan pengolahan sampah bisa membuat status sosial suatu invidu maupun masyarakat menjadi lebih baik.

Kinerjanya juga diawali oleh sebuah pertanyaan. Yakni ”Kenapa seorang pemulung tidak dianggap lebih baik dari seorang Ketua RT?”Meskipun misalkan penghasilan pemulung tadi adalah sama bahkan pada kenyataannya ada yang lebih besar dari seorang Ketua RT dan pekerjaan mereka sebenarnya juga sama,yakni memberikan pelayanan masyarakat.Tentu dari sini kita dapat melihat bahwa besarnya penghasilan belum bisa menjadikan status sosial seseorang menjadi lebih baik.Jika dikaji lagi pertanyaan tadi,maka salah satu jawaban yang menurut saya paling tepat adalah karena seorang pemulung melayani/menyelamatkan masyarakat dengan dunianya yang berhubungan dengan sampah dan Ketua RT dengan dunianya yang berada disekitar pulpen dan stempel .

Bagaimana caranya kita bisa membuat sampah menjadi lebih baik dari pulpen dan stempel?Menjadi lebih baik dari A bukan berarti mengalahkan A.Perlu ditekankan bahwa dalam kajian ini,menjadi lebih baik berarti ketika B menjadi lebih baik,maka ia terpisah dan terlepas dari membandingkan dan dibandingkan dengan A.Ketika seorang pemulung status sosialnya sudah merupakan status yang baik dihadapan individu maupun kelompok,maka Ketua RT tetap memiliki status yang sudah ada sejak awal.Untuk menjadikan pekerjaan maupun aktivitas yang berhubungan dengan sampah sebagai salah satu hal yang bisa menjadikan status social seseorang terangkat diperlukan pembangunan ulang image tentang dunia sampah yang dimaksud dihadapan masyarakat.

Paradigma yang kita temui saat ini tidak membantu bagi mereka yang aktivitasnya berhubungan dengan sampah dalam hal status social sehingga tidak banyak orang yang mau melakukannya dengan sungguh-sungguh dan tidak mengharuskan diri mereka sendiri untuk melakukannya secara professional.Mereka melakukannya karena terpaksa,terdesak oleh kebutuhan yang bersifat ekonomi oleh tidak adanya aktivitas /pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan.Inilah sebenarnya yang menjadi salah satu masalah serius dalam pengelolaan dan pengolahan sampah.Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang terlibat menjadi kunci utama dalam menangani masalah persampahan.Dengan terpenuhinya kualitas serta kuantitas SDM dalam penanganan masalah persampahan,maka terobosan atau penemuan untuk pemecahan masalah baik yang bersifat teknis maupun administrative akan bisa ditemukan dalam dunia persampahan ini.

Seandainya masing-masing dari semua Negara di dunia,khususnya Indonesia menjadikan masalah pengelolaan dan pengolahan sampah ini menjadi prioritas dalam program kerja mereka dan menjadikan departemen yang menangani masalah persampahan menjadi lembaga vital Negara,maka status para pemulung yang mulanya hanya sebagai “pengumpul sampah” akan menjadi “perpanjangan tangan dari lembaga Negara”.Bukankah ini hal yang menggembirakan bagi status sosial mereka-mereka yang beraktivitas dalam dunia persampahan?Sehingga pada akhirnya orang tidak akan segan lagi berkecimpung dalam dunia persampahan dan takut status sosial mereka rusak karenanya.Dan karenya banyaknya kuantitas pelaku aktivitas inilah akan terjadi proses perbaikan kualitas SDM yang menangani masalah persampahan.Masing-masing merasa harus menjadi seorang professional agar tidak tersisihkan dari menjadi perpanjangan tangan lembaga penting Negara yang mempunyai investasi ekonomis besar.
Oleh karena itu,pemecahan masalahnya sangat tergantung dari keseriusan sebuah pemerintahan dalam menangani masalah persampahan ini.

3 . Manusia atau Individual yang Mempunyai Keinginan untuk Memiliki Kehidupan Berkeluarga yang Baik.

Poin pengkategorian yang ketiga ini masih belum ditelaah secara langsung keterkaitannya dengan masalah persampahan sehingga fungsi maupun dampaknya masih belum bisa dibahas lebih mendalam.
Akan tetapi ketika kebutuhan materi dan status sosial telah terpenuhi,maka kestabilan dalam keluarga akan lebih mudah tercipta sehingga seandainya seseorang tadi adalah individu yang terlibat dalam aktivitas dunia persampahan maka secara tidak langsung mempengaruhi kualitas kinerjanya.Karena bagaimanapun juga secara psikologis dan psikis yang namanya masalah kestabilan dalam berkeluarga akan mempengaruhi aktivitas yang lainnya dari orang tersebut.


Faktor Pendukung

1 . Pendidikan
2 . Sistem Pemerintahan
3 . Budaya Masyarakat
4 . Pola Pikir Masyarakat
5 . Dll.


Kelemahan Metode

1 . Terlalu banyak memerlukan factor pendukung dalam pelaksanaannya.Ini akan mejadi hal yang wajar jika kita memperhitungkan banyak kemungkinan yang terjadi dalam suatu permasalahan lingkungan

2 . Prosesnya akan memakan waktu yang relative panjang karena yang diperbaiki terkait dengan kebiasaan dimasyarakat luas.



Kelebihan Metode

1 . Memperbaiki masalah yang sangat mendasar sehingga mudah dalam pengembangannya.

2 . Efek perbaikan akan berjalan dengan sendirinya jika sudah diterapkan pada suatu masyarakat.Ia akan menyebar secara otomatis.


Pada akhirnya metode ini merupakan metode pendekatan secara sosialis psikologis yang sangat mendasar bagi masalah persampahan.Demikian apa yang ada dalam pikiran saya yang mencoba menyusun dan menuliskan ide tentang metode (apabila memang pantas disebut sebuah metode) ini agar bisa diketahui,dibaca,dan direspon oleh Anda-anda semua.



Muzwar Rusadi

0 komentar:

Poskan Komentar