van der Pijl,Sang Kreator Banjarbaru

on Minggu, 29 Maret 2009

Van der Pijl,nama beliau diabadikan menjadi nama sebuah taman yang juga menjadi salah satu ikon Kota Banjarbaru.

Saya rasa penghargaan tersebut memang sangat pantas untuk mengenang jasa beliau sebagai salah seorang yang ikut merancang tata Kota Banjarbaru.

Beliau adalah seorang arsitek berdarah Belanda yang lahir di Brakel,Netherland,pada 23 Januari 1921.Nama lengkapnya Dirk Andries Willem vander Pijl.

Pada tahun 1951,Gubernur Kalimantan (belum terpecah menjadi empat propinsi)dr.Murjani menyiapkan sebuah kota (Banjarbaru) dan membentuk tim kelayakan yang diketuai oleh DAW van der Pijl yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Pekerjaan Umum Bagian Bangunan Propinsi Kalimantan.(dalam buku “Banjarbaru” oleh Ersis Warmansyah Abbas)

Pada mulanya Pijl membagi rancangan Kota Banjarbaru menjadi 5 kawasan. Banjarbaru 1(kawasan kolam renang), Banjarbaru 2 (kawasan rumah sakit sampai balai kota), Banjarbaru 3 (kawasan rumah dinas walikota), Banjarbaru 4 (kawasan belakang museum),dan Banjarbaru 5 kawasan komplek Amaco).Dari lima tersebut,hanya Banjarbaru 1, Banjarbaru2, Banjarbaru 3 dan sebagian Banjarbaru 4 yang terselesaikan karena Pijl keburu dipindah ke Kalimantan Tengah untuk membagun Kota Palangka Raya.Sebab itulah mengapa Kota Palangka Raya mempunyai kemiripan dengan Kota Banjarbaru.

Beliau mempunyai keturunan yang masih berdomisili di Banjarbaru,nama anak kedua dari Pijl dan Anna Gasper adalah Marijke Elisabeth yang tinggal bersama Djodjok Raharjo sang suami dan Maria Losive Yosephine.Marijke bekerja sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Bidang Kemahasiswaan Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat.Sang suami juga bekerja di universitas yang sama sebagai dosen.Adapun putrid pertama Pijl yang bernama Andrea Cornelia berdomisili di Kota Bandung.

Pijl adalah seorang pekerja yang sangat disiplin sehingga hasil bangunan yang dikerjakannya adalah bangunan-bangunan yang berkualitas.

Pijl pensiun di Kalteng pada tahun 1967.Dan pasca pensiun tersebut,beliau ikut aktif mendirikan serta mengelola STM YPK Banjarbaru sebelum beliau meninggal pada 27 September 1974.

Sungguh sebuah cerita yang indah untuk dikenang.

Memang,segala hal di dunia ini untuk dikenang keberadaannya setelah ketiadaanya.

Pijl adalah salah satu sosok yang meninggalkan memori tentang kejujuran,kesederhaan,kerendahan hati,kedisiplinan dan sosialisme yang tinggi.

Akankah kita para generasi penerus yang ada di Banjarbaru (khususnya) tercinta ini meninggalkan cerita yang pantas untuk dikenang sebagi hal yang indah suatu saat?

Masa depan adalah hal yang kita lakukan sekarang…

Teruslah berkarya,setidaknya untuk diri sendiri…

Percayalah bahwa hidup ini akan penuh dengan warna..

Because this life is not just about black and white.



(ditulis dengan informasi dari sebuah harian pagi)

2 komentar:

sKinnY Dinahkandy" mengatakan...

ok de......HOW,,,,,,,

eyeeyeyeeyeee.....
life is colourfull..........................

arcenciel mengatakan...

haheho..

Poskan Komentar